Belajar Bahasa Inggris Berarti Juga Belajar Menerjemahkan: Ini Cara Melatihnya

Contoh terjemahan kalimat It's up to you menjadi Terserah kamu, bukan Itu naik ke kamu

Belajar bahasa Inggris berarti juga belajar menerjemahkan. Setiap kali kamu membaca atau mendengar kalimat bahasa Inggris, kepala kamu langsung mencari maksudnya dalam bahasa Indonesia.

Tapi menerjemahkan bukan memindahkan kata satu per satu. It’s up to you kalau dipaksa kata per kata jadi “Itu naik ke kamu.” Maksud sebenarnya: “Terserah kamu.”

Kemampuan ini bisa kamu latih setiap hari, cukup di dalam kepala.

Menerjemahkan adalah bagian dari belajar bahasa Inggris

Coba baca kalimat ini: Are you hungry?

Kepala kamu langsung bertanya “maksudnya apa ya?”, lalu muncul jawabannya: “Kamu lapar?” Proses itu namanya menerjemahkan, dan terjadinya di dalam kepala.

Para peneliti bahasa menjelaskan proses ini lewat Revised Hierarchical Model dari Kroll dan Stewart (1994). Di tahap awal, pelajar menangkap arti kata bahasa kedua lewat padanannya dalam bahasa ibu. Semakin mahir, ketergantungan pada bahasa ibu itu berkurang dan maknanya tertangkap lebih langsung (Kroll dkk., 2010).

Jadi, menerjemahkan di kepala adalah bagian dari prosesnya, dan bisa kamu latih:

  • Menerjemahkan dalam kepala merupakan bagian dari praktik Tiap kalimat yang kamu cari maksudnya ikut menambah jam terbang.
  • Makin sering kamu mikirin terjemahan, makin cepat kamu terbiasa menerjemahkan. Kalimat yang dulu harus kamu pikir lama, sekarang lebih cepat kamu pahami.
  • Seiring waktu proses ini akan menjadi otomatis. Lama-lama kamu tidak sadar lagi sedang menerjemahkan.

Latihan menerjemahkan juga membantu kosakata lebih lama diingat. Laufer dan Girsai (2008) membandingkan tiga kelompok pelajar bahasa Inggris tingkat SMA. Kelompok yang berlatih menerjemahkan dua arah, sambil diberi penjelasan tentang perbedaan kata bahasa Inggris dengan padanannya di bahasa ibu, mendapat nilai paling tinggi di semua tes, baik langsung setelah belajar maupun seminggu kemudian.

Tidak semua kata harus diterjemahkan

Ada kata yang wajib muncul di kalimat bahasa Inggris, tapi tidak punya pasangan di bahasa Indonesia.

Bahasa InggrisKalau dipaksakanYang natural
It’s raining.Itu sedang hujan.Lagi hujan.
Do you like coffee?Melakukan kamu suka kopi?Kamu suka kopi?
I am a teacher.Saya adalah sebuah guru.Saya guru.

It di kalimat pertama cuma mengisi posisi subjek, karena kalimat bahasa Inggris wajib punya subjek. Do di kalimat kedua penanda pertanyaan. Am dan a di kalimat ketiga tidak dipakai dalam bahasa Indonesia. Semua kata itu cukup dilewati.

Kalau ketemu kata yang susah diterjemahkan, tanya dulu: kata ini membawa makna, atau cuma bagian dari aturan kalimat?

Terjemahkan maksudnya, bukan kata-katanya

Ungkapan sehari-hari seperti ini justru membingungkan kalau diterjemahkan kata per kata.

Bahasa InggrisKalau dipaksakanMaksudnya
I’m running late.Saya sedang berlari terlambat.Aku bakal telat.
Take your time.Ambil waktumu.Santai aja, ga usah buru-buru.
I can’t make it.Saya tidak bisa membuatnya.Aku ga bisa datang.
I’ll pass.Saya akan lewat.Aku ga ikut dulu, deh.

I’m running late tidak ada hubungannya dengan berlari. Ungkapan ini dipakai untuk mengabari orang yang menunggu bahwa kamu bakal telat.

Kamu tidak perlu bisa menerjemahkan tiap kata untuk paham maksud sebuah kalimat.

5 teknik menerjemahkan untuk pemula

Pilih teknik sesuai kebutuhan. Tidak harus dipakai semuanya sekaligus.

TeknikPakai saat
Kata per katakamu ketemu kata yang belum kamu kenal
Per frasakalimatnya mulai panjang
Per kalimatkamu mau hasil yang mudah dipahami
Per paragrafkamu cuma perlu tahu intinya
Terjemahan balikkamu mau mengecek terjemahanmu sudah bisa dipakai atau belum

1. Kata per kata

Cari arti tiap kata, lalu susun sesuai urutannya. Contohnya kalimat I have been waiting for you.

Ihavebeenwaitingforyou
sayapunyatelahmenungguuntukkamu

Hasilnya: “Saya punya telah menunggu untuk kamu.” Masih kaku, kan? Have di sini juga bukan berarti punya, tapi bagian dari bentuk have been waiting. Jadi, pakai teknik ini sebagai langkah pertama saja.

2. Per frasa

Potong kalimat jadi beberapa kelompok kata yang maknanya utuh. Contohnya I have been waiting for you since this morning.

  • I have been waiting → aku sudah menunggu
  • for you → kamu
  • since this morning → sejak tadi pagi

Hasilnya: “Aku sudah menunggu kamu sejak tadi pagi.”

Tempat memotongnya: sebelum kata depan seperti in, at, for, since, to, sebelum kata sambung seperti and, but, because, atau di tanda koma.

3. Per kalimat

Baca satu kalimat sampai selesai, pahami maksudnya, lalu tulis ulang dengan bahasa Indonesia yang biasa kamu pakai.

Bahasa InggrisKakuNatural
Can you turn off the lights?Bisakah kamu putar mati lampu-lampu itu?Bisa tolong matiin lampunya?
It’s not a big deal.Itu bukan kesepakatan besar.Santai, bukan masalah kok.

Tanya ke diri sendiri: kalau orang Indonesia mau bilang hal yang sama, dia ngomong apa?

4. Per paragraf

Baca satu paragraf pendek, tutup teksnya, lalu ceritakan intinya dalam satu atau dua kalimat.

Rina usually takes the bus to work. Yesterday, the bus was late, so she ordered an online motorcycle taxi. She arrived just in time for her meeting.

Intinya: “Kemarin bus Rina telat, jadi dia naik ojek dan untungnya masih sempat ikut meeting.”

Hasilnya tidak perlu sama persis kata demi kata. Yang penting maksudnya tertangkap.

5. Terjemahan balik

Ubah lagi hasil terjemahanmu ke bahasa Inggris tanpa melihat teks aslinya, lalu bandingkan.

  1. Teks asli: I have been waiting for you since this morning.
  2. Terjemahanmu: “Aku sudah menunggu kamu sejak tadi pagi.”
  3. Balik ke bahasa Inggris tanpa melihat: I have waited you since this morning.

Yang perlu diperbaiki: waited seharusnya been waiting, dan ada for yang hilang sebelum you. Bagian yang beda itulah yang perlu kamu pelajari. Teknik ini melatih kamu menulis dan berbicara, bukan cuma membaca.

Hati-hati dengan kata yang kelihatannya mirip

Ada kata bahasa Inggris yang bentuk atau bunyinya mirip bahasa Indonesia, tapi artinya beda jauh. Kata seperti ini disebut false friends.

Bahasa InggrisBukanArtinya
actuallyaktualnyasebenarnya
sensiblesensitifmasuk akal
fabricpabrikkain
piece of cakesepotong kuegampang banget

Piece of cake memang ungkapan, bukan satu kata, tapi jebakannya sama.

Kalau hasil terjemahanmu terdengar aneh, cek lagi di kamus. Bisa jadi kamu ketemu kata atau ungkapan seperti ini.

Latihan 10 menit sehari

Cukup sepuluh menit sehari:

  1. Pilih bacaan pendek: caption, berita singkat, atau dialog film.
  2. Cari arti kata yang belum kamu tahu.
  3. Potong per frasa, lalu tangkap maksud tiap kalimat.
  4. Ceritakan intinya, lalu terjemahkan balik ke bahasa Inggris.

Coba sekarang

I’ve been meaning to call you.

Tulis maksudnya dalam bahasa Indonesia yang natural, bukan kata per kata.

Jawaban: “Dari kemarin aku udah mau nelepon kamu.”

Ungkapan I’ve been meaning to dipakai untuk sesuatu yang sudah lama ingin dilakukan, tapi belum juga kesampaian.

Penutup

Mulai dari kata per kata tidak masalah. Dari situ, pindah ke frasa, lalu kalimat, lalu paragraf.

Tidak semua kata harus diterjemahkan. Yang kamu cari adalah maksudnya.

Coba latihan 10 menit tadi selama seminggu, lalu tulis di kolom komentar kalimat bahasa Inggris yang paling susah kamu terjemahkan.

Leave a Comment