Jangan Sampai Belajar Bahasa Inggris Membuatmu Menyesal

Mereka yang sudah menghabiskan waktu belajar selama 1 tahun, atau bahkan 3 tahun, dan bahkan menghabiskan jutaan rupiah lalu merasa kalau bahasa inggris bukanlah bahasa yang seharusnya mereka pelajari, mereka merasa bahasa inggris dan dirinya tidak cocok. Mereka berhadapan dengan dua keputusan, berusaha lagi dengan menghabiskan waktu dan uang lebih banyak atau menyerah.

Bahasa Inggris bukanlah bahasa yang hanya bisa dipelajari oleh kaum, suku, atau kelompok tertentu, kita bisa melihat banyak bukti bahwa yang bisa mempelajarinya meskipun dengan keterbatasan adalah orang-orang biasa.

Tentu, mempelajari bahasa Inggris dan menggunakannya adalah dua hal yang berbeda, kita akan menemukan seseorang yang mahir sekali berbahasa Inggris tanpa pernah mengambil kursus sehingga membuat kita merasa minder, namun setelah menghabiskan beberapa waktu bersamanya kita akan mendapati kalau ia hanya mahir berbahasa Inggris hanya pada bahasan tertentu saja, misal ia hanya lancar menggunakannya saat memberikan arah atau menjelaskan suatu daerah karena ia seringkali berinteraksi dengan turis. Ada juga yang bisa berbahasa Inggris hanya ketika membahas hal-hal di keseharian. Hal ini bisa disebabkan karena kemampuan berbahasa Inggris seseorang bisa sangat bergantung pada tingkat urgensi. Karena salah satu cara menggunakan bahasa Inggris adalah dengan menghapal frasa-frasa tertentu yang mungkin disertai dengan bentuk grammar yang tidak memerlukan perubahan seperti; over there, take a left and go straight, if you like ramen you can try this place, dan frasa lain yang seringkali digunakan oleh orang yang berurusan langsung dengan pelancong luar negeri. Hal ini membuat sebagian orang yang masih belajar akan melihat mereka fasih sekali menggunakan bahasa Inggris, padahal hal itu tidak sepenuhnya benar.

Di sisi lain kamu yang sedang mempelajari bahasa Inggris, yang mungkin hanya belajar di kelas dihadapi oleh keadaan yang urgensinya tidak begitu kuat, kamu merasa nyaman menerima materi demi materi tanpa adanya urgensi yang megharuskanmu menggunakan bahasa Inggris sesegera mungkin, sehingga tekanan yang kamu terima hanya sebatas memahami teori lalu mendapat nilai bagus. Hal ini membuat orang yang mempelajari bahasa Inggris terutama yang mempelajari bagian-bagian awalnya merasa bahasa Inggris itu hanya sebatas ilmu pengetahuan, bukan kemampuan.

Jika dibiarkan begini terus, kamu bisa saja menjadi orang yang banyak tahu tentang bahasa Inggris, tapi grogi sekali ketika menggunakannya, karena pengalaman praktik yang seuprit itu.

Lalu harus bagaimana?

Bahasa Inggris tidak akan berubah, kalau kamu pikir dengan berpindah-pindah tempat les dapat menyelesaikan kesulitan berbahasa Inggrismu, mungkin hal itu benar. Tapi yang menjadi masalah utama di sini adalah kamu melewati bagian praktik, kamu belum begitu introspektif ketika belajar, sehingga pelajaran di kelas hanya berakhir menjadi catatan yang hanya kamu buka sebelum ujian.

Solusi yang bisa kamu ambil adalah apa yang penulis sebut dengan “teknik ekspansi“, yaitu mengembangkan sebisa mungkin materi atau pembelajaran yang ada di kelas, contoh: setelah kamu mempelajari kalimat present simple seperti: I eat rice, kamu bisa mengekspansinya menjadi I want to eat rice with you. Maksudnya siapa sih yang tidak tahu dengan potongan kalimat I want to…dan with you…?

Kalau jenis kursus bahasa Inggris kamu di level basic atau beginner, kamu harus memahami bahwa pada bagian ini kamu memang hanya akan mempelajari jauh lebih banyak teori daripada praktik. Solusinya adalah sempatkan untuk mencuri-curi peluang untuk praktik di keseharian, misal sebelum kelas di mulai, atau setelah kelas selesai, di luar kelas pun kamu bisa membuat kesempatan sendiri untuk praktik bersama temanmu. Kamu juga bisa coba check di tempat tinggalmu untuk club bahasa Inggris yang dibuka untuk umum, biasanya hal-hal seperti ini gratis. Penggunaan aplikasi tidak begitu disarankan untuk praktik karena kamu butuh pengalaman interaksi secara langsung, jadi kamu bisa belajar gesture, melihat suasana, dan interaksi di real life dan real time lainnya. 

Jadi kalau ditanya harus bagaimana, jawabannya adalah sedikit mengembangkan pembelajaran di kelas dan menggunakannya di kehidupan nyata.

In a nutshell

Belajar bahasa Inggris memang bisa sangat memakan waktu dan menghabiskan uang, dan terkadang tidak ada pilihan lain selain itu. Tapi kamu juga harus bisa mengoptimalkan uang dan waktu yang ada, kalau bisa, kamu buat “urgensimu” sendiri, dan pastikan hal itu realistis dan masuk akal, misalnya dalam waktu 3 bulan belajar bahasa inggris kamu sudah bisa bikin caption waktu update di media sosial pakai bahasa Inggris, atau komentar di postingan berbahasa Inggris, atau dalam waktu 1 tahun sudah bisa mendapat teman dari luar negeri.

Jangan sampai kamu belajar bahasa Inggris tanpa tujuan yang jelas, seperti “saya belajar karena ingin bisa berbahasa Inggris”. Kamu bisa memperjelas tujuanmu dengan menjadi pribadi yang introspektif, kamu lihat ke dalam dirimu sendiri dan mungkin kamu akan dapati kalau tujuanmu belajar bahasa Inggris adalah agar kamu bisa kuliah di luar negeri, bisa jalan-jalan tanpa menyewa tour guide, bernegosiasi dengan pelanggan luar negeri, dan masih banyak lagi.

Catatan:

1. Teknik ekspansi yang saya gunakan di atas adalah cara yang saya gunakan dan kembangkan secara pribadi, sampai sekarang saya belum mengadakan riset resmi terhadap teknik belajar tersebut.

2. i+1 oleh Krashen adalah cara belajar yang mungkin bisa teman-teman praktikan, yaitu dengan menyerap informasi untuk belajar sedikit di atas kemampuan teman-teman.

Leave a Comment