Kenapa Bahasa Inggris Kita Bisa Terasa “Ga Nyambung”?
Pernah baca tulisan yang grammar-nya sudah benar, kosakatanya juga bagus, tapi entah kenapa rasanya lompat-lompat dan bikin bingung? Atau pernah dengar orang menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris dengan lancar, tapi setelah selesai kamu malah bertanya-tanya, “Tadi intinya apa ya?” Biasanya masalahnya ada di dua hal: cohesion dan coherence.
Dua istilah ini sering muncul di kelas persiapan IELTS dan TOEFL, dan sering juga bikin bingung karena bunyinya mirip. Padahal konsepnya sederhana.
Bayangkan kamu sedang menyusun kereta. Coherence adalah rute perjalanannya, yaitu urutan gerbong dari stasiun awal sampai tujuan yang masuk akal. Cohesion adalah sambungan antar gerbong. Kalau rutenya jelas tapi sambungannya lepas, keretanya berantakan. Kalau sambungannya kuat tapi rutenya ngawur, keretanya jalan tapi nyasar.
Keduanya berlaku untuk menulis dan berbicara. Di artikel ini kita mulai dari tulisan karena lebih mudah dilihat, lalu lanjut ke speaking, termasuk pengaruhnya ke skor IELTS dan TOEFL.
Apa Itu Cohesion?
Cohesion adalah cara kalimat-kalimat dalam tulisan saling terhubung di tingkat kata dan kalimat. Cohesion itu “lem” yang bisa kamu lihat langsung di teks. Alat-alat yang dipakai untuk membuat tulisan kohesif disebut cohesive devices.
Berikut alat-alat yang paling sering dipakai.
1. Reference (kata rujukan)
Memakai kata seperti it, they, this, these, that, such, the former, the latter untuk merujuk hal yang sudah disebut sebelumnya.
Many cities are building more bicycle lanes. These lanes help reduce traffic and pollution.
Kata “These” langsung mengingatkan pembaca pada “bicycle lanes” tanpa harus mengulang kalimat yang sama.
2. Linking words (kata penghubung)
Kata atau frasa yang menunjukkan hubungan antar ide.
| Fungsi | Contoh |
|---|---|
| Menambah | in addition, also, furthermore |
| Kontras | however, on the other hand, although, whereas |
| Sebab akibat | therefore, as a result, because, consequently |
| Memberi contoh | for example, for instance, such as |
| Urutan | first, then, finally |
| Menyimpulkan | overall, in conclusion |
3. Substitution dan synonym (pengganti dan sinonim)
Agar tidak mengulang kata yang sama terus-menerus, kita bisa memakai kata lain yang maknanya sama atau mirip.
Smartphones have changed the way we communicate. These devices allow us to talk to anyone, anywhere.
“These devices” menggantikan “smartphones” tapi tetap jelas maksudnya.
4. Repetisi kata kunci yang disengaja
Mengulang kata kunci tidak selalu salah. Kadang justru perlu untuk menjaga fokus, asalkan tidak berlebihan.
The main problem is cost. For many families, the cost of private education is simply too high.
5. Pola kalimat “informasi lama ke informasi baru”
Kalimat yang kohesif biasanya dimulai dengan sesuatu yang sudah disebut sebelumnya, lalu menambahkan informasi baru di akhir.
Batam is an industrial city. Its industries attract workers from all over Indonesia.
Kalimat kedua dimulai dengan “Its industries”, yang menyambung dari kalimat pertama, lalu memberi informasi baru tentang pekerja.
Apa Itu Coherence?
Coherence adalah seberapa logis dan mudah diikuti alur ide dalam tulisanmu secara keseluruhan. Kalau cohesion ada di tingkat kata dan kalimat, coherence ada di tingkat ide dan paragraf.
Tulisan yang koheren membuat pembaca tidak perlu berpikir keras untuk memahami “ini maksudnya ke mana sih?”. Ciri-cirinya seperti ini.
Satu paragraf, satu ide utama. Setiap paragraf fokus pada satu gagasan. Kalau di tengah paragraf tiba-tiba muncul ide baru yang tidak berhubungan, pembaca akan bingung.
Ada topic sentence. Kalimat pertama paragraf biasanya memberi tahu pembaca apa yang akan dibahas. Kalimat-kalimat berikutnya menjelaskan, memberi alasan, atau memberi contoh.
Urutannya masuk akal. Ide disusun dengan urutan yang logis, misalnya dari umum ke khusus, dari sebab ke akibat, dari masalah ke solusi, atau berdasarkan urutan waktu.
Ada progression. Setiap kalimat dan paragraf membawa pembaca selangkah lebih jauh. Tulisan tidak berputar-putar mengulang poin yang sama dengan kata-kata berbeda.
Sesuai dengan pertanyaan. Semua ide mendukung jawaban utama atau posisi yang kamu ambil sejak awal. Tidak ada bagian yang keluar dari topik.
Contoh struktur paragraf yang koheren untuk IELTS Writing Task 2:
- Topic sentence: menyatakan ide utama paragraf.
- Penjelasan: kenapa ide itu benar atau penting.
- Contoh: bukti atau situasi nyata.
- Kalimat penutup (opsional): menghubungkan kembali ke pertanyaan.
Jadi, Apa Bedanya?
| Cohesion | Coherence | |
|---|---|---|
| Tingkat | Kata dan kalimat | Ide dan paragraf |
| Pertanyaannya | Apakah kalimat-kalimatnya tersambung? | Apakah alur idenya masuk akal? |
| Terlihat dari | however, this, these, therefore, sinonim, kata rujukan | Topic sentence, urutan ide, fokus paragraf |
| Analogi | Sambungan antar gerbong | Rute perjalanan kereta |
Yang menarik, sebuah tulisan bisa punya salah satunya saja. Coba lihat dua contoh ini.
Kohesif, tapi tidak koheren
I bought a new laptop last week. The laptop is black. Black is a popular color for cars. Cars cause a lot of pollution. Therefore, the government should build more parks.
Setiap kalimat tersambung dengan kalimat sebelumnya lewat kata yang diulang (laptop, black, cars) dan ada kata “Therefore”. Secara teknis kohesif. Tapi idenya melompat dari laptop ke warna, ke mobil, lalu ke taman. Pembaca tidak tahu sebenarnya tulisan ini membahas apa. Jadi tulisan ini tidak koheren.
Koheren, tapi kurang kohesif
Working from home has benefits. Workers save time. Workers do not travel to the office. Workers can spend more time with their families. Workers can feel lonely. Workers do not meet colleagues.
Idenya sebenarnya logis: ada kelebihan, lalu ada kekurangan. Tapi kalimat-kalimatnya terasa kaku dan terpotong-potong. Kata “Workers” diulang terus, tidak ada kata penghubung, dan perpindahan dari kelebihan ke kekurangan tidak ditandai. Pembaca masih paham, tapi membacanya tidak nyaman.
Koheren dan kohesif
Working from home offers clear benefits for employees. Most importantly, they save time because they no longer need to commute to the office, and this extra time can be spent with their families. However, remote work also has a downside. Without daily contact with colleagues, many staff members may begin to feel isolated.
Sekarang alurnya jelas (kelebihan lalu kekurangan), dan setiap kalimat tersambung dengan rapi lewat kata rujukan, kata penghubung, dan sinonim.
Contoh Salah dan Contoh Benar
Contoh 1: Paragraf Essay (IELTS Writing Task 2)
Soal: Some people believe that social media has a negative effect on teenagers. To what extent do you agree or disagree?
Versi yang kurang bagus:
Firstly, social media is bad for teenagers. Moreover, they spend a lot of time on it. Furthermore, this makes them tired. In addition, my cousin has 5,000 followers on Instagram. Moreover, social media companies earn a lot of money from advertising. Besides that, teenagers cannot sleep well. In conclusion, social media is bad.
Apa masalahnya?
- Kata penghubung dipakai berlebihan dan asal tempel. Hampir setiap kalimat dimulai dengan Moreover, Furthermore, In addition, padahal hubungan antar idenya bukan sekadar “menambah”. Penguji IELTS menyebut pola seperti ini sebagai penggunaan cohesive devices yang mekanis.
- Rujukan tidak jelas. Kata “this” di kalimat ketiga merujuk ke apa? Waktu yang dihabiskan? Social media? Pembaca harus menebak.
- Ada ide yang keluar jalur. Jumlah follower sepupu dan pendapatan iklan perusahaan tidak menjelaskan kenapa social media berdampak buruk pada remaja.
- Urutan tidak logis. Kurang tidur (akibat) disebut terpisah jauh dari waktu yang dihabiskan (sebab).
- “In conclusion” di tengah body paragraph. Frasa ini seharusnya dipakai di paragraf penutup essay.
Versi yang lebih baik:
One of the most serious effects of social media on teenagers is its impact on their sleep. Many young people scroll through apps such as TikTok and Instagram late into the night, often without realising how much time has passed. As a result, they get fewer hours of rest than they need, which can make it harder for them to concentrate at school the next day. For example, a student who stays online until 1 a.m. and wakes up at 5 a.m. for school gets only four hours of sleep, far less than the eight to ten hours that teenagers are generally advised to have. For this reason, I believe the effect of social media on teenagers’ sleep is a genuine cause for concern.
Kenapa lebih baik? Ada satu ide utama (dampak pada tidur) yang dinyatakan di kalimat pertama. Urutannya jelas dari sebab (scrolling malam hari), ke akibat (kurang tidur), ke dampak lanjutan (sulit konsentrasi), lalu contoh konkret, lalu kembali ke pendapat penulis. Kata penghubungnya sedikit tapi tepat: As a result untuk akibat, For example untuk contoh, For this reason untuk kesimpulan paragraf.
Tips: di ujian, contoh yang paling aman adalah situasi sehari-hari yang masuk akal seperti di atas. Hindari mengarang angka survei atau nama penelitian yang terdengar seperti fakta resmi.
Contoh 2: Deskripsi grafik (IELTS Writing Task 1)
Soal: grafik menunjukkan jumlah pengunjung tiga museum (A, B, C) dari tahun 2010 sampai 2020.
Versi yang kurang bagus:
In 2010, Museum A had 200,000 visitors. In 2012, Museum A had 250,000 visitors. In 2010, Museum B had 400,000 visitors. In 2014, Museum A had 300,000 visitors. In 2010, Museum C had 150,000 visitors. In 2012, Museum B had 380,000 visitors.
Masalahnya, ini cuma daftar angka yang diacak. Tidak ada gambaran besar, tidak ada perbandingan, dan pola kalimat “In [tahun], Museum [X] had…” diulang terus. Pembaca harus menyusun sendiri tren yang terjadi.
Versi yang lebih baik:
Overall, Museum A saw steady growth throughout the period, while visitor numbers at Museum B gradually declined. Museum A started at 200,000 visitors in 2010 and rose consistently, reaching 300,000 by 2014. By contrast, Museum B, which was the most popular of the three at the start of the decade with 400,000 visitors, experienced a slight fall to 380,000 just two years later.
Sekarang ada gambaran umum di awal (Overall), data dikelompokkan per tren, dan ada perbandingan yang jelas (while, By contrast). Frasa “the most popular of the three” juga membantu pembaca memahami posisi tiap museum.
Contoh 3: Kata rujukan yang ambigu
Kurang jelas:
The government introduced a new tax on sugary drinks, and the companies were unhappy with the schools. It was very controversial.
“It” merujuk ke apa? Pajaknya? Keputusan pemerintah? Ketidaksenangan perusahaan?
Lebih jelas:
The government introduced a new tax on sugary drinks. This policy proved highly controversial, especially among soft drink companies.
Mengganti “It” dengan “This policy” membuat rujukannya langsung jelas, sekaligus menjadi sinonim yang menambah variasi kosakata.
Cohesion dan Coherence dalam Speaking
Konsepnya sama persis dengan tulisan. Coherence berarti jawabanmu punya alur yang logis dan fokus pada pertanyaan. Cohesion berarti kalimat-kalimatmu tersambung dengan rapi saat diucapkan.
Bedanya, dalam speaking pendengar tidak bisa membaca ulang. Kalau di tulisan pembaca masih bisa kembali ke paragraf sebelumnya, pendengar hanya punya satu kesempatan. Jadi jawaban yang lompat-lompat akan jauh lebih cepat membuat pendengar kehilangan arah.
Kata penghubung saat berbicara berbeda dengan saat menulis
Ini kesalahan yang sangat sering terjadi: memakai kata penghubung essay saat speaking. Kalimat seperti “Furthermore, it is undeniable that…” terdengar seperti hafalan dan kaku. Dalam percakapan, penutur asli memakai penanda yang lebih santai.
| Fungsi | Dalam tulisan | Dalam speaking |
|---|---|---|
| Menambah | In addition, furthermore | Also, on top of that, and another thing is… |
| Kontras | However, nevertheless | But, having said that, then again |
| Sebab akibat | Therefore, consequently | So, that’s why, because of that |
| Memberi contoh | For instance | For example, like, I remember once… |
| Memperjelas | In other words | What I mean is, I guess what I’m trying to say is |
| Memberi waktu berpikir | (tidak perlu) | Well, let me think, that’s an interesting question |
| Kembali ke inti | In conclusion | So yeah, that’s basically why, anyway |
Contoh IELTS Speaking Part 1
Pertanyaan: Do you like reading?
Kurang bagus:
Yes. I like reading. Reading is good. I read novel. I also like movie.
Kalimatnya pendek-pendek dan terputus, kata “reading” diulang tanpa variasi, dan kalimat terakhir tentang film tidak berhubungan dengan pertanyaan.
Lebih bagus:
Yeah, I do, although I don’t read as much as I used to. These days I mostly read on my phone, usually news or short articles, because I can do it while I’m waiting for something, like on the bus or in a queue.
Jawabannya langsung, lalu ada sedikit perkembangan: kebiasaan sekarang, jenis bacaan, alasan, dan contoh situasi. Penghubungnya natural: although, usually, because, like.
Contoh IELTS Speaking Part 2
Cue card: Describe a place you like to visit in your free time.
Kurang bagus:
I like beach. Beach is very beautiful. And then I go with my friends. And then we eat seafood. And then the traffic is bad in Batam. And then I like to swim. And then the beach is beautiful. That’s all.
Ada beberapa masalah: pengulangan “And then” terus-menerus, topik melompat ke kemacetan, ide diulang (“the beach is beautiful” dua kali), dan jawabannya berhenti terlalu cepat.
Lebih bagus:
The place I’d like to talk about is a small beach in Nongsa, which is on the northern coast of Batam, where I live. I usually go there on Sunday mornings with a couple of close friends, mainly because it’s much quieter than the more popular beaches in the city.
What I love most about it is the atmosphere. It’s peaceful, the water is quite clear, and on a clear day you can actually see Singapore across the sea. We normally swim for a while and then have grilled fish at a little stall nearby, which is run by a local family.
The reason it means so much to me is that my week is usually quite hectic, so spending a few hours there really helps me reset. I guess you could say it’s my way of recharging before another busy week starts.
Alurnya mengikuti pertanyaan di cue card: tempatnya apa, kapan dan dengan siapa, apa yang dilakukan, lalu kenapa tempat itu penting. Frasa seperti The place I’d like to talk about is, What I love most about it is, The reason it means so much to me is berfungsi seperti topic sentence dalam tulisan, tapi tetap terdengar natural saat diucapkan.
Contoh IELTS Speaking Part 3
Pertanyaan: Why do many people prefer shopping online these days?
Kurang bagus:
Because it is easy. Online shopping is easy and people like easy things. So online shopping is popular because it is easy.
Jawabannya berputar-putar mengulang satu ide yang sama tanpa penjelasan atau contoh. Ini contoh jawaban yang tidak punya progression.
Lebih bagus:
I think the main reason is convenience. People can compare prices and order almost anything without leaving their house, which saves a lot of time. For example, in Indonesia a lot of people use apps like Shopee or Tokopedia, and things often arrive within a day or two. Having said that, I think some people still prefer going to physical shops for things like clothes, because they want to try them on first.
Pola yang dipakai sederhana dan mudah diingat:
- Jawab langsung (I think the main reason is…)
- Jelaskan (which saves a lot of time)
- Beri contoh (For example, in Indonesia…)
- Tambahkan sisi lain, jika relevan (Having said that…)
Bagaimana di TOEFL Speaking?
Di TOEFL iBT, jawaban speaking juga dinilai dari seberapa jelas dan runtut idemu disampaikan, bukan hanya dari pengucapan dan grammar. Jawaban yang punya satu poin utama, alasan, dan contoh yang tersambung dengan jelas akan jauh lebih mudah dipahami penilai. Karena format TOEFL iBT diperbarui ETS pada 2026, cek jenis tugas speaking terbaru di situs resmi ETS, tapi prinsip menjawab dengan runtut ini tetap berlaku di semua jenis tugas.
Kesalahan umum saat speaking
- Memakai bahasa essay. Moreover, furthermore, in conclusion terdengar seperti hafalan saat diucapkan.
- Terlalu sering memakai “and then” atau “and”. Ini membuat jawaban terasa seperti daftar tanpa hubungan yang jelas.
- Lompat topik. Karena gugup, banyak peserta menyebut apa pun yang terlintas di kepala, walaupun tidak berhubungan dengan pertanyaan.
- Jawaban berputar-putar. Mengulang ide yang sama dengan kata berbeda tidak menambah nilai.
- Frasa template yang diulang. Membuka setiap jawaban dengan “That’s a good question” akan terdengar tidak natural.
Cara melatih speaking yang runtut
- Rekam jawabanmu. Jawab satu pertanyaan IELTS selama 1 sampai 2 menit, dengarkan ulang, lalu tulis transkripnya. Kamu akan langsung melihat bagian yang lompat-lompat atau terlalu banyak “and then”.
- Latihan 1 menit persiapan Part 2. Saat berlatih cue card, tulis hanya empat kata kunci sesuai poin di kartu, lalu bicarakan secara berurutan.
- Dengarkan cara penutur asli menyambung ide. Podcast seperti BBC Learning English atau wawancara di YouTube bagus untuk menangkap frasa seperti having said that atau what I mean is. Coba tiru (shadowing) beberapa kalimatnya.
- Pakai pola Jawab, Jelaskan, Contoh. Latih pola ini sampai otomatis, terutama untuk Part 3.
- Latihan dengan teman. Minta temanmu menyebutkan satu hal yang ia tangkap dari jawabanmu. Kalau jawabannya berbeda dengan maksudmu, berarti alurmu belum jelas.
Seberapa Berpengaruh ke Skor IELTS dan TOEFL?
IELTS Writing: 25 persen nilaimu
Di IELTS Writing, penguji menilai empat kriteria dengan bobot yang sama:
- Task Achievement (Task 1) atau Task Response (Task 2)
- Coherence and Cohesion
- Lexical Resource (kosakata)
- Grammatical Range and Accuracy (grammar)
Artinya, cohesion dan coherence menyumbang seperempat dari nilai Writing-mu. Banyak peserta sibuk menghafal kosakata sulit dan struktur grammar rumit, tapi lupa bahwa satu kriteria penuh dinilai dari seberapa rapi tulisannya tersusun.
Bayangkan dua peserta dengan kemampuan kosakata dan grammar yang sama:
| Kriteria | Peserta A | Peserta B |
|---|---|---|
| Task Response | 7 | 7 |
| Coherence and Cohesion | 5 | 7 |
| Lexical Resource | 7 | 7 |
| Grammatical Range and Accuracy | 7 | 7 |
| Rata-rata | 6.5 | 7.0 |
Hanya karena satu kriteria, Peserta A tertahan di 6.5, sedangkan Peserta B dapat 7.0. Selisih setengah band ini bisa menentukan lolos atau tidaknya syarat beasiswa, kampus, atau visa.
Secara garis besar, band descriptors IELTS menggambarkan perbedaannya seperti ini (disederhanakan):
- Band 5: ada usaha menyusun ide, tapi alurnya belum jelas. Kata penghubung kurang, salah pakai, atau terlalu banyak. Tulisan terasa berulang karena jarang memakai kata rujukan atau sinonim.
- Band 6: ide tersusun dan alurnya secara umum jelas. Kata penghubung dipakai dengan efektif, tapi hubungan antar kalimat kadang masih salah atau terasa mekanis.
- Band 7: ide tersusun logis dengan alur yang jelas dari awal sampai akhir. Kata penghubung bervariasi dan tepat, walaupun sesekali masih kurang atau berlebihan. Setiap paragraf punya ide utama yang jelas.
- Band 8 ke atas: alurnya sangat mudah diikuti, cohesion hampir tidak terasa karena begitu natural, dan paragrafnya tersusun dengan tepat.
Perhatikan kata “mekanis” di Band 6. Inilah jebakan yang paling sering menahan pelajar di 6 atau 6.5: menempelkan Moreover dan Furthermore di setiap kalimat. Untuk naik ke 7, kuncinya bukan menambah kata penghubung, tapi memakainya secara tepat dan secukupnya.
Selain itu, Task 2 bobotnya dua kali Task 1 dalam nilai Writing, jadi alur essay yang rapi di Task 2 punya pengaruh yang besar.
IELTS Speaking: Fluency and Coherence
Di Speaking, salah satu dari empat kriteria adalah Fluency and Coherence, juga 25 persen. Penguji melihat apakah jawabanmu mudah diikuti, apakah kamu memakai penanda seperti actually, the main reason is, on the other hand, for example, dan apakah jawabanmu berkembang secara logis, bukan melompat-lompat.
TOEFL
Di TOEFL iBT, tugas Writing dinilai berdasarkan seberapa jelas ide dikembangkan, didukung contoh, dan disusun sehingga mudah diikuti pembaca. Jawaban dengan ide bagus tapi alur yang berantakan akan sulit mendapat skor tertinggi. Format dan skala skor TOEFL iBT diperbarui ETS pada 2026, jadi selalu cek rubrik terbaru di situs resmi ETS, tapi prinsip ini tetap berlaku.
Di TOEFL ITP, yang banyak dipakai di kampus Indonesia, tidak ada tes menulis essay. Tapi bagian Structure and Written Expression sering menguji kata penghubung, misalnya kapan memakai although dan kapan memakai despite. Jadi pemahaman cohesion tetap membantu.
Kemampuan mengenali cohesion juga membantu di bagian Reading. Kata seperti however, therefore, dan this adalah petunjuk penting untuk menjawab soal tentang hubungan antar kalimat dan soal inference.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelajar Indonesia
1. Terlalu banyak kata penghubung di awal kalimat. Karena diajari bahwa linking words itu penting, banyak pelajar menaruhnya di setiap kalimat. Hasilnya justru terasa kaku. Tulisan penutur asli lebih sering menyambung ide lewat kata rujukan dan sinonim, bukan lewat Moreover terus-menerus.
2. Salah memilih kata penghubung. Contoh yang sering muncul:
| Salah | Benar | Alasannya |
|---|---|---|
| Although it was raining, but we went out. | Although it was raining, we went out. | Dalam bahasa Indonesia kita bilang “walaupun…, tapi…”, tapi dalam bahasa Inggris cukup pakai salah satu. |
| Despite it was expensive, I bought it. | Despite the high price, I bought it. | Despite diikuti kata benda, bukan kalimat lengkap. |
| On the other hand, social media is useful for students. (padahal tidak ada kontras sebelumnya) | Social media can also be useful for students. | On the other hand hanya dipakai untuk menunjukkan sisi yang berlawanan. |
| Besides that, … (di setiap paragraf) | Another advantage is that… | “Besides that” terjemahan langsung dari “selain itu”, terdengar kurang akademik jika dipakai berulang. |
3. Menerjemahkan “sehingga” menjadi “so that”. So that berarti “supaya” (tujuan), bukan “sehingga” (akibat). Untuk akibat, pakai so, as a result, atau which means that.
Salah: The traffic was heavy, so that I was late. Benar: The traffic was heavy, so I was late.
4. Memulai kalimat dengan “And” atau “But” dalam tulisan akademik. Ini tidak sepenuhnya salah dalam bahasa Inggris modern, tapi di essay IELTS atau TOEFL lebih aman memakai However atau menggabungkannya dengan kalimat sebelumnya.
5. Paragraf tanpa ide utama. Banyak body paragraph berisi tiga atau empat alasan sekaligus yang masing-masing hanya dijelaskan satu kalimat. Lebih baik satu ide dijelaskan dengan dalam daripada empat ide yang disebut sekilas.
6. Membuat satu paragraf yang sangat panjang. Essay yang ditulis sebagai satu blok teks tanpa pembagian paragraf yang jelas akan langsung menurunkan nilai Coherence and Cohesion, sebagus apa pun isinya.
Cara Melatihnya
Rencanakan sebelum menulis. Luangkan 5 menit untuk membuat kerangka: apa posisimu, apa ide utama tiap paragraf, dan contoh apa yang akan dipakai. Coherence paling banyak ditentukan di tahap ini, bukan saat menulis.
Tulis topic sentence dulu. Coba tulis kalimat pertama semua paragraf sebelum mengisi detailnya. Kalau keempat kalimat itu dibaca berurutan dan sudah terasa seperti ringkasan essay, berarti alurmu sudah benar.
Latihan “acak paragraf”. Ambil artikel pendek berbahasa Inggris, potong per kalimat, acak, lalu coba susun kembali. Petunjuk seperti this, however, as a result akan membantumu menemukan urutan yang benar. Latihan ini melatih kepekaan cohesion sekaligus membantu di soal Reading.
Perhatikan cara penulis profesional menyambung ide. Saat membaca artikel dari BBC, The Guardian, atau sampel essay Band 8 dan 9 dari buku Cambridge IELTS, tandai semua kata rujukan dan kata penghubung. Kamu akan kaget betapa sedikitnya mereka memakai Moreover.
Tulis ulang paragraf lamamu. Ambil essay yang pernah kamu tulis, hapus semua linking words di awal kalimat, lalu sambungkan ulang dengan kata rujukan dan sinonim. Bandingkan hasilnya.
Minta orang lain membaca. Kalau ada yang bingung “ini maksudnya apa?”, itu tanda ada masalah coherence di bagian itu.
Checklist sebelum submit
- Posisi atau jawaban utamaku jelas di introduction.
- Setiap body paragraph punya satu ide utama yang dinyatakan di kalimat pertama.
- Urutan ide di tiap paragraf masuk akal (misalnya alasan, penjelasan, contoh).
- Setiap kata it, this, they jelas merujuk ke apa.
- Kata penghubung dipakai sesuai fungsinya dan tidak ada di setiap kalimat.
- Tidak ada kalimat yang keluar dari topik.
- Kesimpulan merangkum poin yang sudah dibahas, tanpa ide baru.
Latihan Mandiri
Latihan A: Pilih kata penghubung yang tepat.
- Online learning is flexible. ______, many students find it hard to stay motivated. (Therefore / However / For example)
- The price of petrol went up. ______, more people started using public transport. (As a result / Although / In contrast)
- ______ the heavy rain, the match continued. (Although / Despite / Because)
Latihan B: Perbaiki paragraf ini agar lebih kohesif dan koheren.
Firstly, public transport is important. Moreover, Jakarta has traffic jams. Furthermore, the MRT is fast. In addition, my friend lives in Bekasi. Moreover, people should use public transport.
Kunci jawaban
Latihan A:
- However, karena kalimat kedua berlawanan dengan kalimat pertama.
- As a result, karena kalimat kedua adalah akibat dari kalimat pertama.
- Despite, karena diikuti kata benda (the heavy rain), bukan kalimat lengkap.
Latihan B (salah satu kemungkinan jawaban):
Public transport plays a vital role in reducing traffic congestion in large cities such as Jakarta. Every day, millions of commuters travel into the capital from surrounding areas like Bekasi and Depok, and when most of them drive, the roads quickly become gridlocked. Mass transit systems such as the MRT offer a faster alternative because they run on dedicated tracks, unaffected by the traffic above. For this reason, encouraging more people to use public transport is one of the most effective ways to ease congestion.
Perhatikan perubahannya: ide utama muncul di kalimat pertama, cerita tentang teman diganti menjadi contoh yang relevan (komuter dari Bekasi dan Depok), setiap kalimat mendukung ide utama, dan kata penghubungnya hanya dipakai saat benar-benar perlu.
In a nutshell
Singkatnya, coherence memastikan idemu tersusun logis, sedangkan cohesion memastikan kalimat-kalimatmu tersambung dengan rapi. Keduanya bekerja sama, baik saat kamu menulis essay maupun saat menjawab pertanyaan penguji di sesi speaking, dan keduanya menyumbang nilai yang besar di IELTS maupun TOEFL.
Kabar baiknya, ini salah satu kriteria yang paling cepat bisa diperbaiki. Kamu tidak perlu menghafal ratusan kosakata baru. Cukup biasakan merencanakan sebelum menulis atau berbicara, fokus pada satu ide utama, dan sambungkan kalimat dengan cara yang natural. Dengan latihan rutin, perbedaannya akan terasa di nilai Writing dan Speaking-mu.

